Fitria Satianagara

Selamat Datang Di Blog Fitria Satianagara Blog Fitria Satianagara: Juli 2019

Jumat, 12 Juli 2019

PROSEDUR SCANING GAMBAR

Kompetensi Dasar


3.4 Memahami Format Gambar

4.4 Mengimplementasikan Format Gambar

PROSEDUR SCANING GAMBAR

Scanning

Scanning adalah cara membaca dengan sekilas dan cepat tetapi teliti yang bertujuan untuk menemukan dan mendapatkan informasi tertentu atau fakta dari suatu teks. Membaca scanning juga sering disebut dengan teknik membaca tatap. Teknik membaca memindai salah satu jenis membaca ekstensif atau membaca teks dengan cepat dan dibaca menyeluruh untuk mendapatkan isi atau arti dari teks atau bacaan.


Tujuan Scanning

Tujuan atau manfaat membaca memindai atau membaca scanning didalam kehidupan sehari-hari adalah untuk menemukan atau memperoleh topik tertentu, untuk memilih acara tertentu, untuk mendapatkan kata didalam kamus, untuk mencari nomor telepon didalam buku petunjuk telepon, untuk mencari entri pada indeks dan lain-lainnya.

Kita akan melakukan scan dengan menggunakan Scanner Plustek tipe ADF dan menjadikan format PDF. Sebelum scan siapkan dahulu beberapa hal berikut :
– Scanner Dokumen.
– Komputer atau laptop.
– Dokumen atau gambar yang akan discan.
– Scanner yang digunakan sudah dikalibrasi dan driver sudah terinstall.



1.      Langkah awal hubungkan scanner ke komputer / Laptop melalui kabel USB scanner. Dan hubungkan scanner ke sumber daya listrik melalui adaptor.

2.    Lalu nyalakan scanner dengan menekan tombol ON
3.  Letakkan dokumen pada paper feeder scanner dan atur paper plane scanner untuk menjepit kertas, sesuaikan dengan ukuran kertas agar dokumen tidak miring saat proses scan.

4.  Pada software pengaturan scan / DocAction, pilih button template yang akan digunakan untuk scan. Contoh kita memilih button template nomor 1 PDF Utility. Atur tempat penyimpanan file pada kotak pilihan Saving Folder.


5.  Pada kotak File Name tentukan nama file yang akan di-scan. Pada kotak Scan Type pilih sensor scanner yang akan kita gunakan. ADF Front Side (bagian bawah scanner), ADF Rear Side (bagian atas scanner), ADF Duplex (bagian atas dan bawah scanner).


6.  Pada kotak Page Size pilih ukuran dokumen yang akan di-scan.
ü  Pada kotak Scan Mode pilih format warna yang diinginkan, seperti “Color” untuk dokumen berwarna, “Grayscale” untuk dokumen bergambar hitam putih, “Black & White” untuk dokumen hanya teks hitam putih.
ü  Pada kotak Resolution pilih resolusi yang kita butuhkan, 150 dpi untuk scan to email, 300 dpi untuk dokumen biasa dan OCR, 600 dpi hanya untuk pembesaran cetak 2x lipat.


7.    Jika sudah klik tombol Apply dan OK.


8.    Tekan tombol Scan pada scanner.


9.   Proses scan berjalan dan tunggu sampai selesai. Jika sudah maka file hasil scan akan tersimpan  difolder yang telah ditentukan sebelumnya.


Selasa, 09 Juli 2019

Mengimplementasikan Format Gambar

Kompetensi Dasar

4.4  Mengimplementasikan Format Gambar



Mengimplementasikan Format Gambar


1.     JPEG
Format gambar JPEG biasa digunakan untuk menyimpan gambar yang memiliki komposisi warna yang banyak dan memiliki gradien (perubahan satu warna ke warna lain secara perlahan), seperti gambar pemandangan alam.

2.       Format gambar PNG
Format gambar PNG ini paling cocok digunakan untuk screenshoot yang memiliki banyak warna. Format PNG ini juga cocok digunakan untuk gambar yang perlu diedit ulang karena sifatnya yang tidak menurunkan kualitas gambar.

3.    Format gambar GIF biasa digunakan untuk menyimpan file berupa animasi


4.      Format gambar BMP
Pengertian format gambar Bitmap atau BMP Ciri utama gambar Bitmap adalah sifatnya yang sangat bergantung pada resolusi. Jika resolusi gambar diperbesar, maka gambar yang dihasilkan akan pecah dan tidak halus.


5.      Format gambar TIFF




Memahami Format Gambar

Kompetensi Dasar

3.4 Memahami format gambar





FORMAT GAMBAR

1.     JPEG

Format gambar JPEG atau yang biasa disebut juga format gambar JPG merupakan singkatan dari Joint Photographic Experts Assemble. Pengertian format gambar Joint Photographic Experts Assemble (JPEG) adalah format gambar yang mengompres data gambar dengan cara mengurangi bagian-bagian dari gambar untuk memblok pixel dalam gambar tersebut.
Ciri utama format gambar JPEG yang membedakannya dengan pengertian format gambar lain adalah kualitas gambar yang dihasilkan. Teknik kompresi yang digunakan menyebabkan ukuran gambar mengecil dan kualitas menurun. Bahkan ukuran file BMP dapat menurun sepuluh kali lipat setelah dikonversi ke format gambar JPEG.
Beberapa kekurangan format gambar JPEG, yaitu tidak cocok digunakan untuk menyimpan gambar pajangan atau artistik. Namun format gambar JPEG cocok untuk gambar yang memiliki komposisi warna yang banyak dan memiliki gradien (perubahan satu warna ke warna lain secara perlahan), seperti gambar pemandangan alam.
2.      Format gambar PNG
PNG merupakan singkatan dari Portable Network Graphics. Pengertian format gambar Portable Network Graphics (PNG) adalah format gambar yang merupakan gabungan dari format JPG dan GIF. PNG memiliki faktor kompresi sekitar 5%-25% yang lebih baik dari GIF, namun PNG memiliki ukuran file yang lebih besar dari JPG.
Tipe file PNG merupakan solusi kompresi yang penuh dengan warna. Perbedaan format gambar PNG dengan format lainnya adalah sifat transparannya yang tidak pecah-pecah. PNG juga bisa mengkompres gambar tanpa banyak mengurangi kualitas gambar yang diambil karena kompresi yang digunakan tidak bersifat menghilangkan data.
Sifatnya yang transparan, penuh warna dan tidak pecah, maka format gambar PNG ini paling cocok digunakan untuk screenshoot yang memiliki banyak warna. Format PNG ini juga cocok digunakan untuk gambar yang perlu diedit ulang karena sifatnya yang tidak menurunkan kualitas gambar.
Format gambar PNG ini juga sangat cocok digunakan pada dokumen online atau capturing text seperti memblok halaman pencarian di menu navigasi karena gambar yang dihasilkan akan lebih jelas dengan ukuran file yang tetap kecil.
3.      Format gambar GIF

Pengertian format gambar GIF merupakan singkatan dari Graphics Intercharge Format yang merupakan format gambar dengan 8 bit warna. GIF memiliki kombinasi warna yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan JPEG. Namun GIF mampu menyimpan grafis dengan latar belakang transparan atau dalam bentuk animasi sederhana.
Perbedaan format GIF dengan format gambar lainnya adalah penggunaan metode Lossless Compression yang berfungsi melakukan kompresi tanpa mengurangi kualitas gambar yang dihasilkan. Lossless Compression ini juga berfungsi memperkecil besarnya jumlah file tanpa menyertakan penghilangan data.
Oleh karena itu format gambar GIF ini sangat cocok digunakan untuk gambar-gambar yang memiliki jumlah warna sedikit dan gambar yang memerlukan perbedaan warna yang tegas. Selain itu gambar-gambar seperti animasi pada banner iklan juga sangat cocok menggunakan format gambar GIF.
Umumnya format gambar GIF ini digunakan untuk gambar animasi dan dapat memproduksi gambar 8 bit yang kecil. GIF hanya memiliki maksimal 256 warna atau 8 bit per pixel. GIF lebih baik digunakan untuk membuat logo atau gambar kecil lainnya yang komposisi warnanya lebih sedikit.
Namun format gambar GIF tidak cocok digunakan pada gambar yang memiliki banyak warna, seperti pemandangan dan gambar-gambar yang memuat warna gradien berupa perpindahan warna satu yang perlahan berubah menjadi warna lain. Jenis-jenis gambar seperti inilah yang wajib menghindari penggunaan format GIF.
4.      Format gambar BMP

Pengertian format gambar Bitmap atau BMP merupakan representasi citra grafis yang terdiri dari susunan titik (pixel) yang tersimpan di memori komputer. Nilai setiap titik diawali oleh satu bit data atau lebih. Kerapatan titik tersebut biasa disebut resolusi yang berfungsi menunjukkan tingkat ketajaman gambar yang ditampilkan.
Ciri utama gambar Bitmap adalah sifatnya yang sangat bergantung pada resolusi. Jika resolusi gambar diperbesar, maka gambar yang dihasilkan akan pecah dan tidak halus. Selain itu ukuran gambar Bitmap juga bergantung pada resolusi. Semakin besar resolusi yang digunakan, maka akan semakin besar pula ukuran file Bitmap. Beberapa contoh software yang berbasis Bitmap adalah Photoshop, Paint, Corel Photo Paint dan lain-lain
5.      Format gambar TIFF

TIFF merupakan kependekan dari Tagged Image Format File. Pengertian format gambar Tagged Image Format File adalah format gambar yang terbaik karena kemampuannya untuk menjamin semua data maupun informasi seperti misalnya data RGB, data CMYK dan data-data lainnya untuk dikoreksi ataupun manipulasi terhadap gambar sehingga tidak hilang.
Perbedaan format gambar TIFF dengan format gambar lainnya adalah ukuran gambar yang sangat besar karena tidak melalui teknik kompresi. Kualitas gambar yang dihasilkan juga sangat tinggi yang mencapai 32 bit. Format gambar TIFF (Tagged Image Format File) ini cocok untuk pertukaran platform seperti PC, Silicom Graphic, dan Machintos. Lebih dari itu, format TIFF juga mudah dalam mentransfer antar programnya.
Penjelasan tersebut merupakan uarian pengertian format gambar JPEG, PNG, GIF, BMP dan TIFF. Kita harus mengetahui perbedaan masing-masing format gambar JPEG, PNG, GIF, BMP dan TIFF agar mengetahui format gambar mana yang cocok digunakan untuk gambar-gambar tertentu. Sekian pengertian format gambar yang umumnya dapat digunakan yaitu JPEG, PNG, GIF, BMP dan TIFF.

Menerapkan Prinsip-Prinsip Tata Letak

Kompetensi Dasar

3.3 Menerapkan prinsip-prinsip tata letak, antara lain : proporsi, irama (rythm), keseimbangan, kontras, kesatuan (unity), dan harmoni dalam pembuatan desain grafis.



Prinsip-prinsip tata letak

1.      Proporsi
Proporsi merupakan salah satu prinsip dasar tata letak untuk memperoleh keserasian. Kesatuan membantu semua elemen seperti milik bersama.kesatuan suatu objek , elemen-elemen kelompok yang saling berdekatan sehingga mereka terlihat seperti bersatu/milik bersama.ulangi warna,bentuk,dan  tekstur.

2.      Irama(rythm)
Irama disebut juga ritme yang berasal dari kata rhythm (Inggris) yang artinya pengulangan suatu bentuk yang memberikan kesan keselarasan, dan bentuk yang diulang seakan-akan seperti ketukan dari sebuah irama.

3.      Keseimbangan
Adalah keseimbangan antara tata letak sebelah kiri dan tata letak sebelah kanan sama persis, baik dalam bentuk rautnya, besaran ukurannya, arahnya, warnanya, maupun teksturnya.

4.      Kontras
Prinsip kontras ini adalah prinsip yang bertujuan untuk menjauhkan bagian desain dalam bidang yang tampak sama. Jika bagian yang tidak diinginkan sama maka secara otomatis akan membuat berbeda dari yang lain. Kontras ini menjadi visualisasi yang membuat ketertarikan-nya sendiri dan kontras inilah yang menarik pertama kali peminat pembaca.  

5.      Kesatuan (unity)
Merupakan salah satu prinsip dasar tata letak desain grafis yang sangat penting, bila tidak adanya kesatuan dalam sebuah desain grafis akan membuat karya tersebut terlihat cerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman dipandang. Prinsip ini adalah prinsip hubungan. Jika salah satu atau beberapa unsur mempunyai hubungan warna, raut, arah, dan lain-lainnya maka kesatuan telah tercapai.

6.      Harmoni (Keserasian)
Keselarasan atau harmoni merupakan sebuah bentuk, warna, tema, ukuran dan lain sebagainya. Ternyata keselarasan ini memunculkan suatu keseimbangan dengan prinsip kesatuan.

Kompetensi Dasar

4.3 Menggunakan prinsip-prinsip tata letak, antara lain : proporsi, irama (rythm), keseimbangan, kontras, kesatuan (unity), dan harmoni dalam pembuatan desain grafis.

Penggunaan prinsip-prinsip tata letak

1.      Proporsi


2.      Irama


3.      Keseimbangan

 

4.      Kontras


5.      Kesatuan



6.      Harmoni


Fungsi dan Format Warna

Kompetensi Dasar

3.2 Memahami  fungsi dan format warna
4.2 Menempatkan berbagai fungsi dan format warna


Fungsi dan Format Warna




Format warna yang biasa digunakan ada dua yaitu CMYK dan RGB.

Warna CMYK dan RGB merupakan dua komponen penting dalam teori warna. Dua komponen ini menjadi dasar dalam membentuk warna – warna lain. Sebelum membuat suatu desain, desainer harus menentukan terlebih dahulu desain tersebut akan dicetak atau hanya dipresentasikan melalui media monitor. Karena warna CMYK dan RGB akan menghasilkan hasil yang berbeda ketika ditampilkan dalam bentuk visual di monitor dan ketika dicetak.

CMYK
Warna CMYK merupakan singkatan dari Cyan, Magenta, Yellow, dan Black. Warna CMYK seringkali digunakan untuk percetakan karena tinta di percetakan terdiri dari warna CyanMagenta, Yellow, dan Black . Warna CMY sendiri masih memantulkan sedikit warna – warna di RGB. Warna Cyan memantulkan warna Red atau Merah. Warna Magenta memantulkan warna Green atau Hijau dan warna Yellow memantulkan warna Blue atau Biru. Pantulan tersebut tidak diinginkan, disebut juga dengan hue error. Untuk menyiasatinya maka diberikan warna Black atau yang disebut Key dalam warna CMYK agar tiap komponen warna menjadi lebih pekat dan tidak memantulkan hue error tadi.

RGB
RGB merupakan warna RedGreen dan Blue. Ketiga warna ini menghasilkan kecerahan warna yang lebih cerah daripada warna CMYK. Karena itu, warna RGB sangat baik digunakan untuk presentasi visual di monitor. Bagi para desainer grafis, warna RGB lah yang paling sering digunakan. Namun, bagi mereka desainer grafis yang memiliki peminatan di bagian percetakan akan lebih sering memakai warna CMYK.

Kompetensi Dasar

4.2 Menempatkan berbagai fungsi dan format warna

     Contoh warna CMYK dan RGB



Wisata Air Terjun Kepahiang